Responsive Banner design
Home » » Cek dan Kontrol Berat Badanmu dengan Kalkulator BMI!

Cek dan Kontrol Berat Badanmu dengan Kalkulator BMI!

Body Mass Index (BMI) merupakan nilai yang didapat dari perhitungan berat & tinggi badan seseorang. Melalui IMT, seseorang bisa tahu apakah ia memiliki tubuh yang proporsional atau tidak. BMI sendiri memiliki 5 kategori, yakni underweight (kekurangan berat badan), normal (ideal), overweight (kelebihan berat badan), obese I (obesitas tingkat 1), dan obese II (obesitas tingkat 2). Lalu, bagaimana cara penghitungannya? Sekarang, menghitung BMI sangat mudah, yakni melalui kalkulator BMI. BMI tidak normal bisa memprediksi resiko kesehatan seperti diabetes melitus, stroke, dan penyakit jantung.

Cek dan Kontrol Berat Badanmu dengan Kalkulator BMI!


Definisi & Cara Mengetahui Berat Badan yang Ideal

Berat badan yang ideal membantu kita terhindar dari beberapa penyakit. Kamu mungkin sudah sering memperhatikan berat badan menggunakan timbangan. Namun, mengetahui BMI di dalam tubuh juga sangat penting. Indeks Masa Tubuh (IMT) merupakan penilaian standar, apakah berat badan seseorang kurang, normal, berlebih, atau bahkan obesitas. Di sinilah kita perlu mengetahui cara menghitung BMI.

Cara Menghitung Berat Badan dengan BMI

Ada rumus BMI yang cara kerjanya adalah membandingkan berat badan dengan tinggi badan kamu. Cara menghitngnya adalah dengan membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan (dalam m2). Rumusnya bisa dilihat seperti di bawah ini:

BMI = Berat badan (kg) : Height (m2)

Contohnya, sekarang kamu mempunyai berat badan 80kg & tinggi 1,75m. Lalu, apakah kamu termasuk obesitas atau memiliki berat badan normal?

Pertama, kalikan tinggi badan (dalam kuadrat), 1,75 x 1,75 = 3,6. Kemudian, bagi berat badan dengan hasil kuadrat tadi, 80 : 3.06 = 26,1.

Kemudian, cocokkan angka BMI kamu (2,61) dengan kategori di bawah ini:

Ø  Di bawah 18,5 = kurang proporsional

Ø  18,5 – 22,9 = normal

Ø  23 – 29,9 = berat badan berlebih dan berpotensi obesitas

Ø  Di atas 30 = obesitas

Dari contoh kasus di atas, angka BMI kamu adalah antara 23 – 29,9. Artinya, kamu memiliki berat badan berlebih & berpotensi mengalami obesitas.

IMT Tidak Bisa Jadi Tolak Ukur Berat Badan Ideal

BMI bukan metode pengukuran yang akurat & ideal. BMI juga tak bisa menjelaskan sebab dari masalah berat badan yang dialami seseorang. Satu jenis pengukuran definitif tak bisa diberlakukan sama untuk semua aspek.

Selain itu, BMI tak memperhitungkan jumlah & distribusi lemak di tubuh guna mengukur resiko penyakit kronis. Postur badan tinggi & besar juga dapat memiliki berat badan di atas normal dari faktor masa ototnya.

Seseorang dengan tubuh kurus mungkin juga mempunyai perut buncit atau bahkan diabetes. Tak hanya itu saja, BMI terlalu rendah dapat diakibatkan oleh faktor lanjut usia atau penyakit tertentu.

Perlukah Konsuktasi Dokter Mengenaui BMI?

Kesimpulannya, BMI tak sepenuhnya bisa mewakili diagnosis kesehatan tubuh & resiko penyakit secara menyeluruh. Ada baiknya, konsultasikan dengan dokter tentang resiko & kekhawatiran kamu terhadap kesehatan yang berhubungan dengan berat badan kamu. Faktanya, masih banyak sekali dari kita yang cuek dengan masalah berat badan. Padahal, masalah berat badan akan sangat berbahaya jika dibiarkan terus-menerus.

Lalu, di mana kita bisa menemukan konsultan yang tepat untuk bertanya dan konsultasi masalah berat badan? Kamu bisa konsultasi online di sehatQ. Kamu bisa mengajukan semua pertanyaan yang ingin kamu ketahui dan akan langsung dijawab oleh dokter ahlinya dengan tepat dan akurat.

Deskripsi: Kalkulator BMI sangat berguna menghitung angka BMI, untuk mengetahui apakah berat badanmu kurang, normal, berlebih, atau obesitas.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.